Berita yang kurang mengenakkan bagi pecinta bola menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2010 dikarenakan FIFA Resmi Coret Indonesia, Habis sudah harapan Indonesia. Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi mencoret Indonesia dari peserta bidding tuan rumah Piala Dunia 2022.
''Indonesia tidak lagi menjadi kandidat untuk tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022,'' kata Sekjen FIFA, Jerome Valcke.
FIFA menggelar rapat komite eksekutif di Zurich pada Jumat (19/3). Salah satu keputusan rapat adalah mencoret keikutsertaan Indonesia dari bidding Piala Dunia 2022.
FIFA mencoret Indonesia lantaran tidak mampu memenuhi sejumlah persyaratan dokumen. Salah satunya adalah surat jaminan pemerintah yang batas akhir penyerahannya sudah berakhir pada Desember 2009.
Pemerintah memang beberapa kali menolak memberikan surat jaminan untuk PSSI. Pemerintah sebaliknya mendesak PSSI lebih fokus membenahi persepakbolaan nasional yang terpuruk di bawah kepemimpinan Nurdin Halid. ''Kalau sampai kalah 0-10, mau di mana pun Piala Dunia diselenggarakan, malunya luar biasa,'' ujar Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng saat mengomentari ke-ngotot-an PSSI menggelar Piala Dunia 2022.
Indonesia menjadi peserta kedua yang dicoret setelah Meksiko pada tahun lalu. Indonesia sebelumnya melepas keikutsertaannya dalam bidding Piala Dunia 2018 agar bisa lebih fokus untuk bidding Piala Dunia 2022.
Kini, tinggal Australia, Inggris, Jepang, Belanda/Belgia, Rusia, dan Spanyol/Portugal yang masih bertahan dalam bidding Piala Dunia 2018 dan 2022. Qatar dan Korea Selatan fokus untuk 2022. Inggris dan Spanyol/Portugal sepertinya calon kuat tuan rumah 2018. Sementara itu, Amerika Serikat, tuan rumah Piala Dunia 1994, berpeluang besar pada 2022. didi/reuters
''Indonesia tidak lagi menjadi kandidat untuk tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022,'' kata Sekjen FIFA, Jerome Valcke.
FIFA menggelar rapat komite eksekutif di Zurich pada Jumat (19/3). Salah satu keputusan rapat adalah mencoret keikutsertaan Indonesia dari bidding Piala Dunia 2022.
FIFA mencoret Indonesia lantaran tidak mampu memenuhi sejumlah persyaratan dokumen. Salah satunya adalah surat jaminan pemerintah yang batas akhir penyerahannya sudah berakhir pada Desember 2009.
Pemerintah memang beberapa kali menolak memberikan surat jaminan untuk PSSI. Pemerintah sebaliknya mendesak PSSI lebih fokus membenahi persepakbolaan nasional yang terpuruk di bawah kepemimpinan Nurdin Halid. ''Kalau sampai kalah 0-10, mau di mana pun Piala Dunia diselenggarakan, malunya luar biasa,'' ujar Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng saat mengomentari ke-ngotot-an PSSI menggelar Piala Dunia 2022.
Indonesia menjadi peserta kedua yang dicoret setelah Meksiko pada tahun lalu. Indonesia sebelumnya melepas keikutsertaannya dalam bidding Piala Dunia 2018 agar bisa lebih fokus untuk bidding Piala Dunia 2022.
Kini, tinggal Australia, Inggris, Jepang, Belanda/Belgia, Rusia, dan Spanyol/Portugal yang masih bertahan dalam bidding Piala Dunia 2018 dan 2022. Qatar dan Korea Selatan fokus untuk 2022. Inggris dan Spanyol/Portugal sepertinya calon kuat tuan rumah 2018. Sementara itu, Amerika Serikat, tuan rumah Piala Dunia 1994, berpeluang besar pada 2022. didi/reuters
Tidak ada komentar:
Posting Komentar