Minggu, 07 Februari 2010

Jajanan Anak masih Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Resep Kue Basah Sebagian jajanan anak yang dijual di lingkungan sekolah dan sekitarnya masih mengandung bahan kimia berbahaya seperti boraks, pewarna tekstil, dan formalin.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan di 4.500 sekolah dasar. Hasil belum direkap, tapi antardaerah bervariasi, ada yang tiga persen, ada yang 20 persen jajanannya mengandung bahan berbahaya," Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta, Selasa (12/1).

Resep Kue Husniah yang mendampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih meninjau mobil laboratorium pengawas jajanan anak sekolah di Sekolah Dasar (SD) Menteng Dalam 02 Pagi, Jakarta, mengatakan bahan-bahan kimia tersebut membahayakan kesehatan.

Boraks atau asam borat merupakan bahan bersifat antiseptik untuk pembuat detergen yang jika sampai tertelan mengakibatkan gangguan pencernaan, diare, sampai kerusakan ginjal dan kegagalan sistem sirkulasi. Bahan kimia ini sering digunakan dalam pembuatan bakso, mi basah, dan kerupuk.

Formalin, bahan kimia untuk perekat kayu lapis dan desinfektan yang kadang digunakan untuk mengawetkan tahu dan mi basah, juga mengakibatkan diare, sakit kepala, serta kerusakan hati, jantung, dan otak.

Sementara itu, pewarna sintetis untuk tekstil Rhodamin B (merah) dan Methanil Yellow (kuning) yang sering digunakan dalam pembuatan saus, krupuk dan kue dapat mengakibatkan gangguan saluran cerna dan fungsi hati.

Menurut Husniah, BPOM berusaha mengatasi masalah itu antara lain dengan mengoperasikan mobil laboratorium pemeriksaan jajanan anak sekolah. Petugas unit pemeriksaan keliling itu, katanya, memeriksa kandungan bahan kimia berbahaya pada sampel jajanan anak sekolah dan memberikan penyuluhan kepada pihak sekolah dan pedagang. (Ant/OL-01)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar